Senin, 18 Mei 2015

Beberapa Perundingan di Era Setelah Kemerdekaan

Maaf,, karena saya sempat vakum lagi selama beberapa hari. Wajarlah, lagi sibuk. hehe. Oke, pada kesempatan ini, saya akan memberikan informasi tentang perundingan-perundingan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia pada era setelah kemerdekaan atau perjuangan melalui jalur diplomasi untuk mempertahankan kemerdekaan. Baiklah langsung saja!

1. Perundingan Linggarjati
    Perundingan ini dilaksanakan pada tanggal 10 November 1946 di Linggarjati, dekat Cirebon. Oleh karena itu, perundingan ini dinamakan Perundingan Linggarjati.
a. Tokoh yang terlibat
     - Dari pihak Indonesia    : Sutan Syahrir
     - Dari pihak Belanda       : Prof. Scermerhorn
b. Isi Perundingan
    - Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia, meliputi Jawa, Madura, dan Sumatera
    - Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama membentuk Negara Indonesia Serikat, dengan Republik Indonesia sebagai negara bagiannya.
    - Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya
c. Akibat
    - Belanda melakukan agresi militer I
    - Wilayah Indonesia menjadi sempit
    - Runtuhnya kabinet Syahrir

2. Perundingan Renville
    Perundingan ini dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 1947, tetapi hasilnya baru ditandatangani pada 17 Januari 1948.
a. Tokoh yang terlibat
     - Dari Pihak Indonesia  : Mr. Arif Syarifuddin
     - Dari Pihak Belanda     : R. Abdulkadir Wijoyoatmojo
b. Isi Perundingan
     - Wilayah Indonesia diakui berdasarkan garis demarkasi (Garis Van Mook)
     - Belanda tetap berdaulat atas seluruh wilayah Indonesia sampai RIS (Republik Indonesia Serikat) dibentuk
     - Kedudukan RIS dan Belanda sejajar dalam Uni Indonesia Belanda
     - Pasukan RI yang berada di daerah kantong, harus ditarik ke daerah RI
c. Akibat
    - Belanda melakukan agresi militer II
    - Wilayah Indonesia menjadi lebih sempit dari sebelumnya
    - Runtuhnya kabinet Mr. Arif Syarifuddin

3. Perundingan Roem-Royen
    Perundingan ini dilaksanakan pada tanggal 14 April 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta.
a. Tokoh yang terlibat
     - Dari pihak Indonesia   : Mr. Moh. Roem
     - Dari pihak Belanda      : van Royen
b. Isi Perundingan
     - Pemerintah RI dan Belanda sepakat untuk menghentikan tembak menembak dan bekerja sama menciptakan keamanan
     - Pemerintah Belanda akan segera mengembalikan pemerintah Indonesia ke Yogyakarta
     - Kedua belah pihak sepakat menyelenggarakan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda
c. Akibat
     - Tokoh pemerintah yang ditawan Belanda akan dikembalikan ke Yogyakarta
     - Akan dilaksanakan Konferensi Meja Bundar

4. Konferensi Meja Bundar (KMB)
    Dilaksanakan di Den Haag, Belanda pada tanggal 23 Agustus - 2 September 1949
a. Tokoh yang terlibat
     - Dari pihak Indonesia   : Drs. Moh. Hatta, Mr. Moh. Roem, Prof. Dr. Mr. Soepomo
     - Dari pihak Belanda      : Mr. van Maarseven
b. Isi perundingan
     - Belanda mengakui kedaulatan RIS pada akhir bulan Desember 1949
     - Mengenai Irian Barat, penyelesaiannya akan ditunda satu tahun setelah pengakuan kedaulatan
     - Antara RIS dan Kerajaan Belanda akan diadakan hubungan Uni Indonesia yang dikepalai Ratu Belanda
     - Akan dilakukan penarikan mundur seluruh tentara Belanda
     - Dibentuk Angkatan Perang RIS (APRIS) dengan TNI sebagai intinya
c. Akibat
     - Belanda akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia
     - Konflik dengan Belanda dapat diakhiri dan pembangunan segera dimulai
     - Irian Barat belum bisa diserahkan kepada RIS
     - Bentuk negara serikat, tidak sesuai dengan cita-cita proklamasi

1 komentar:

  1. Tambahan
    Teori geopolitik bangsa Indonesia menyatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi nasional sebagai pertimbangan dasar dalam menentukan politik nasional yang dihadapkan pada kondisi dan kedudukan wilayah geografiss Indonesia. bagi bangsa Indonesia kepentingan nasional yang paling dasar yaitu persatuan dan kesatuan nasional; identitas jati diri serta kelangsungan hidup bangsa dan negara.
    Ir. Soekarno orang yang pertama kali mempopulerkan istilah geopolitik. Prinsip geopolitik indonesia menandakan bahwa dalam hal wilayah bangsa negara tidak ada semangat untuk memperluas wilayah sebagai ruang hidup. untuk membangun kesadaran bersatunya bangsa yaitu dengan konsepsi wawasan nusantara. wawasan nusantara dapat dikatakan sebagai penerapan teori geopolitik dari bangsa indonesia.

    Konsep wawasan nusantara sebagai geopolitik Indonesia
    wawasan nusantara (wawasan nasional yang bersumber dari Pancasila dan UUD negara , Republik Indonesia tahun 1945 hakikat dari wawasan nusantara adalah kesatuan bangsa dan keutuhan negara.
    cara pandang bangsa indonesia tersebut mencakup :
    a. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik
    b. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi
    c. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya
    d. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan

    BalasHapus